HOME

Pages

Selasa, 19 November 2019

DALIL TENTANG ILMU HIKMAH

Kumpulan Dalil Tentang Ilmu Hikmah Ilmu Hikmah


adalah sesuatu pengetahuan tentang tata cara menggunakan khusus doa-doa, ayat Al-Quran, atau bacaan-bacaan tertentu untuk mendapatkan pertolongan dari Allah. Ilmu Hikmah mempelajari rahasia tersembunyi yang dalam setiap kalimat doa, ayat suci atau rahasia huruf Al-Quran. Manfaat dari Ilmu Hikmah banyak sekali, dan mencakup urusan dunia dan akhirat. Beberapa orang masih mempertanyakan boleh-taknya mengamalkan Ilmu Hikmah. Bagi kami, soal keyakinan adalah hak asasi manusia. Jika Anda nyaman dengan Ilmu Hikmah, maka silakan Anda mengikuti kursus Ilmu Hikmah yang kami selenggarakan. Namun jika Anda merasa kurang tidak sesuai , tidak perlu memaksakan diri. Kami hanya berniat mengajar Ilmu Hikmah kepada orang-orang yang sepaham dengan kami. Sedangkan bagi orang yang tidak sependapat, harap anda boleh bersikap bijaksana dan toleransi terhadap perbedaan. Hanya dengan demikian, kedamaian di dunia akan terus terjaga. Dalil-dalil tentang bolehnya mengamalkan Ilmu Hikmah berikut ini kami ambil dari beberapa sumber seperti Al Qur'an, Hadits Shohih Bukhori, Shohih Muslim, Ath Thibbun Nabawi, Mukhtarul Ahadits An Nabawiyyah, Khozinatul Asror, Al Ajwibah Al Gholiyah Fii 'Aqidatil Firqotin Naajiyah dan lain-lain. Insya Allah, dali-dalil ini dapat menunjukkan kepada anda bahwa mempelajari Ilmu Hikmah yang diperbolehkan oleh Islam. Namun itu juga bergantung aliran atau Imam mana yang kamu anut. Satu ulama dengan ulama lain bisa punya pendapat yang berbeda. Sedangkan kami adalah orang-orang yang menganut ulama yang memperbolehkan amalan Ilmu Hikmah.


 DALIL TENTANG ZIKIR PERTOLONGAN ALLAH BAGI YANG ZIKIR. Sesungguhnya ALLAH berfirman, "Aku bersama-sama hamba-Ku selama dia ingat kepada-Ku atau menyebut nama-Ku dan kedua bibirnya selalu bergerak dengan menyebut-Ku" (HR Ahmad dari Abu Huroiroh) TERKABULNYA DOA TERGANTUNG PERSANGKAAN MANUSIA KEPADA ALLAH. ALLAH berfirman, "ANA 'INDA ZHONNI' ABDII BII WA ANA MA'AHU IDZAA DZAKARONII". Artinya: "Aku tergantung persangkaan hamba-Ku kepada-Ku dan Aku bersamanya jika dia mengingat dan menyebut-Ku" ZIKIR ATAU WIRID ITU HARUS ISTIQOMAH (TERUS MENERUS). Diriwayatkan dari 'Aisyah ra, bahawa Nabi bersabda, "AHABBUL A'MAALI ILALLAAHI ADWAAMUHAA WA-IN QOLLA". Artinya, "Perbuatan yang paling dicintai ALLAH adalah yang terus menerus walaupun hanya sedikit". (HR Bukhori dan Muslim)


 DALIL TENTANG MA'UNAH MA'UNAH BAGI MANUSIA. Sesungguhnya ALLAH akan menurunkan MA'UNAH (Pertolongan) seukuran saat ditentukan dan akan menurunkan kesabaran seukuran bala (ujian-Nya) (HR Ibnu 'Adi dari Abu Hurioiroh) HAKIKAT MINTA TOLONG. Kepada Engkaulah kami menyembah dan kepada Engkaulah kami meminta pertolongan (Surat Al Fatihah ayat 5)


 TAWASSUL (PERANTARAAN) MINTA TOLONG MELALUI MAKHLUK ALLAH. Dan minta pertolonganlah kalian melalui Kesabaran dan Solat (Surat Al Baqoroh ayat 45) BANTUAN MALAIKAT. Ya (cukup), jika kamu bersabar dan bersiap siaga dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, pasti ALLAH membantu kamu dengan 5000 malaikat yang memakai tanda (Surat Ali Imron ayat 125)


 PERTOLONGAN BAGI YANG SELALU INGAT ALLAH. Nabi SAW bersabda, "TA'ARROF ILALLAAHI FIR RO-KHOO-I YA'RIFKA FISY SYIDDAH". Artinya: "Berkenalanlah (ingatlah) kepada ALLAH dikala senang, maka ALLAH pasti akan mengingatmu dikala susah" (Hadits Muttafaq 'Alayhi)


 DALIL TENTANG DO'A DOA MENOLAK TAKDIR. Sesungguhnya seseorang akan susah rizikinya karena dosa yang menimpanya, tidak ada yang dapat menolak takdir kecuali Do'a dan tidak ada yang dapat menambah umur kecuali berbuat baik (HR Ibnu Hiban dari Tsauban)

 MENOLONG DENGAN DOA. Doanya orang Islam untuk saudaranya (seiman) ketika temannya tidak mengetahui akan ALLAH kabulkan, di kepala orang yang berdoa ada malaikat yang diwakilkan kepadanya, setiap dia berdoa untuk saudaranya dengan baik, maka kata malaikat itu: "AAMIIN (kabulkan Ya ALLAH), dan bagi kamu seperti tu " (HR Ahmad dari Abu Darda ')


 DOA ORANG YANG DIANIAYA PASTI DIKABULKAN. Takutlah terhadap doanya orang yang teraniaya, maka sesungguhnya tidak ada hambatan antara doanya orang yang teraniaya dengan ALLAH (HR Turmudzi) DOA HARUS YAKIN DIKABULKAN. Berdoalah kalian dalam keadaan yakin dikabulkan (Alhadits)


 DALIL TENTANG RUQYAH (JAMPI-JAMPI, MANTRA) BISA MENJADIKAN SYIRIK PEMAKAINYA. Diterima dari Abdullah, ia berkata: Saya mendengar Rasulullah saw bersabda, "Sesungguhnya jampi-jampi, pohon-pohon dan pelet membuat musyrik." (Ibnu Hibban) Catatan: Bisa menjadikan Syirik jika sumbernya bukan Islami, kalimatnya tidak dimengerti artinya, diyakini bendanya atau kalimatnya yang memiliki manfaat dan mudhorrot bukan ALLAHnya. JAMPI YANG BERMANFAAT. Tidak ada jampi-jampi (yang lebih utama dan lebih bermanfaat) kecuali untuk penyakit 'Ain (mata jahat) dan pencemaran (HR Abu Daud)


 BOLEHNYA JAMPI UNTUK PENYAKIT. Rasulullah SAW memberi keringanan dengan jampi-jampi untuk penyakit 'Ain, keracunan dan kesemutan' (HR Imam Muslim dari Anas) MANTRA SUCI. Dari Abu Sa'id Al Khudry, sebenarnya Jibril pernah datang kepada Nabi SAW lalu berkata, "Hai Muhammad, apakah kamu telah mengadu sakit". Nabi menjawab, "Ya". Lalu Jibril berkata, "Dengan nama ALLAH aku menjampi-jampi, dari segala penyakit yang menyakitimu, dan dari segala jiwa atau mata orang yang dengki, ALLAH akan menyembuhkanmu, dengan nama ALLAH aku menjampi kamu (HR Imam Muslim, Turmudzi dan Nasai) JAMPI YANG BERMANFAAT. Sahl bin Hunaif bertanya kepada Nabi SAW, "Apakah jampi-jampi itu baik?" Nabi menjawab, "Tidak ada jampi-jampi yang lebih berguna kecuali untuk peyakit mata jahat, pemogokan dan sengatan binatang berbisa" (HR Abu Daud)


 BOLEHNYA JAMPI UNTUK PENYAKIT. 'Aisyah berkata, "Rasulullah SAW memberi keringanan dalam masalah jampi-jampi untuk penyakit sengatan / patukan ular dan kalajengking" (HR. Ibnu Majah) JAMPI ATAU MANTRA DIPERLUKAN ASAL TIDAK BERTENTANGAN DENGAN AKIDAH DAN SYARI'AT. Diriwayatkan dari Ibnu Syihab Az Zuhri dia berkata, "Sebagian sahabat Rusulullah SAW pernah disengat / patuk ular maka Nabi SAW bersabda," Apakah ada orang yang dapat mengampinya ?. Maka sahabat menjawab, "Sesungguhnya keluarga Hazm mereka membaca jampi-jampi untuk sengatan / patukan ular, maka ketika Engkau melarang jampi-jampi, mereka meninggalkan jampi-jampi itu." Nabi bersabda, "Panggillah 'Umaroh bin Hazm!" Lalu mereka memanggilnya lalu Umaroh menyodorkan jampi-jampinya, lalu Nabi bersabda, "Tidak apa-apa jampi-jampinya". Maka Nabi mengizinkannya kemudian ia membaca jampi-jampinya. (HR Ibnu Majah, Bukhori, Muslim, Nasai dan Ahmad) Dari 'Auf bin Malik dia berkata: "Sesungguhnya kami membaca jampi di zaman jahliyyah, maka kami berkata: Wahai Rosulallaah, bagaimana pendapatmu terhadapnya? Kemudian Nabi berkata: Sodorkan kepadaku jampi-jampi kamu, tidak apa-apa dengan jampi-jampi kalau tidak ada syirik di dalamnya " (HR Muslim dan lain-lain)


 DALIL TENTANG AZIMAT, RAJAH, WIFIQ AZIMAT BERUPA TULISAN DOA-DOA Habib Zaynul 'Abidin Ba'alawi berkata dalam kitabnya Al Ajwibah Al Gholiyah Fii' Aqidatil Firqotin Naajiyah bab Berobat dengan Alquran dan Nama-nama ALLAH: "Boleh menulis pohon dan azimat dan menggantungkannya pada manusia dan binatang jika tidak ada di dalamnya kalimat yang tidak diketahui artinya. Maka sungguh telah tetap, bahwa Rosulullaah SAW mengajarkan kepada mereka (sahabat) dari ketakutan: Aku melindungi dengan kalimat-kalimat ALLAH yang sempurna dari marah-Nya dan siksa-Nya dan kejahatan hamba-Nya dan dari syaitan syetan dan kehadiran mereka Maka Abdullah bin Umar mengajarkannya kepada anaknya yang sudah 'aqil (dewasa) dan menulisnya dan menggantungkannya kepada anaknya yang belum' aqil (dewasa) " (HR Abu Daud dan Turmudzi)


 AZIMAT BERUPA TULISAN AL QUR'AN. Sekumpulan ulama Salaf berpendapat boleh menulis beberapa ayat Alquran untuk penyakit 'Ain (mata jahat) kemudian meminum air basuhan tulisan tersebut. Berkata Imam Mujahid, "Tidak apa-apa menulis Al Qur'an dan membasuhnya dan meminumkannya kepada orang sakit". Dan seperti itu juga diriwayatkan dari Abi Qilabah. Dan menceritakan riwayat dari Ibnu Abbas bahawa dia menguruh menulis 2 ayat Alquran untuk wanita yang sulit melahirkan, lalu membasuhnya dan meminumnya. Dan berkata Ayub, "Aku pernah melihat Abu Qilabah menulis tulisan sebagian dari Al Qur'an lalu membasuhnya dengan air dan meminumkannya kepada seseorang laki-laki yang memiliki penyakit" (Kitab AT Thibbun Nabawi halaman 133)


 KHASIAT DAN KEKUATAN YANG TIDAK TERLIHAT YANG DITITIPKAN ALLAH KE SUATU BENDA MATI ITU MEMANG BOLEH ADA. Benda bertuah berupa baju gamis milik Nabi Yusuf. ALLAH berfirman, "Pergilah kamu dengan membawa baju gamisku ini letakkanlah baju gamisku ke wajah ayahku (Yakub as) nanti dia akan melihat kembali dan bawalah keluargamu semuanya kepadaku" (Surat Yusuf ayat 93) Simpul Sihir Labid seorang Yahudi yang telah mensihir Nabi Muhammad SAW, maka Nabi Muhammad SAW menyuruh keluarganya untuk membuka simpulan itu dimana setiap membuka simpulan disuruh membaca surat Al Falaq dan Annaas. Nabi tidak meminta kepada ALLAH tetapi menyuruh membuka simpul sihir itu, ini berarti kekuatan gaib bisa jadi ada di suatu benda, semuanya dari ALLAH juga. (Lihat Lubabun Nuqul fii Asbaabin Nuzul surat Al Falaq dan An Nas) Jubah Nabi Muhammad SAW, Asma binti Abi Bakr berkata: "Jubah ini pernah dipakai Nabi SAW lalu kami membasuhnya untuk orang sakit agar bisa sembuh dengan jubah itu" (HR Muslim, lihat Al Ajwibah Al Gholiyah Fii 'Aqidatil Firqotin Naajiyah bab Tabarruk (Ambil Berkah) Bi Aa-tsaarish Sholihin (Dengan Bekas Orang Sholeh)) Rambut Nabi Muhammad SAW, Kholid bin Walid pernah meletakkan rambut Nabi SAW di dalamnya. Lalu pernah pecinya jatuh di salah satu perangnya, lalu Kholid bin Walid bersungguh-sungguh mengambilnya sehingga para sahabat mengingkarinya karena sebab perbuatan Kholid banyak para sahabat yang gugur. Maka berkatalah Kholid: Saya tidak melakukan itu karena sebab peci itu tapi karena di dalamnya ada rambut Nabi SAW agar tidak hilang berkahnya dan tidak jatuh ke tangan orang-orang musyrik. (Kitab Asy Syifa karangan Qodi 'Iyadh) Air Wudhu 'Nabi Muhammad SAW, diriwayatkan dari Abi Juhayfah: "Aku melihat Bilal mengambil air wudhu'nya Nabi SAW dan manusia (para sahabat) pun cepat-cepat mengambil air wudhu' Nabi tersebut. Maka siapa pun yang mendapat air wudhu 'Nabi itu mereka mengusapkan wudhu air 'Nabi (ke badannya), sedangkan yang tidak mendapatkan air wudhu' Nabi tersebut, mereka mengambil dari basahan di tubuh para sahabat Nabi (yang berhasil mengambil air wudhu 'Nabi) " (HR Bukhori dan Muslim, iaitu untuk tabarruk dan memohon kesembuhan)


 ULAMA MEMBOLEHKAN. Telah berkata Imam Nawawi dalam kitabnya Syarhul Muhadzdzab, "Jikalau Al Qur'an ditulis di sebuah lauh (papan / batu tulis) atau pada bejana kemudian membasuhnya (tulisan itu) kemudian meminum air basuhan itu oleh orang sakit, maka berkatalah Hasan Bashri, Mujahid, Abu Qilabah dan Auza'i: 'Tidak apa-apa dengannya'. Tapi An Naha'i memakruhkannya ". Telah berkata Qodi Husen dan Baghowi dan selain keduanya, "Jika menulis Al Qur'an di makanan yang manis atau makanan (lain) maka tidak apa-apa memakannya". Zarkasyi berpendapat tidak boleh memakan kertas yang bertuliskan ayat Al Qur'an. Ibnu Abdus Salam berfatwa makan dan minum dari kertas itu juga dilarang kerana menjadikan kertas tersebut bertemu dengan najis bathin. (Kitab Khozinatul Asror halaman 67)

 MEDIANYA HARUS HALAL. Imam Ahmad dan lain menyatakan tidak mengapa menulis Al Qur'an untuk orang yang kena musibah atau lainnya termasuk sakit dengan materi (media / bahan) yang dibolehkan lalu membasuh dan meminumnya. Tidak boleh menulis dengan selain Alquran seperti tulisan-tulisan yang tidak dimengerti artinya dari bahasa-bahasa berbagai ajaran yang berbeda-beda, karena mengandung di dalamnya kekafiran. Materi (media) nya tidak boleh berupa darah dan semacamnya yang termasuk najis karena haram bahkan kafir. Tidak boleh juga seperti membolak-balikkan huruf al-Quran. (Kitab Khozinatul Asror halaman 67 dan Tafsir Ruuhul Bayan pada akhir Surat Al Ahqof) 


DALIL TENTANG SIHIR PENGERTIAN SIHIR. Sihir adalah kekuatan gaib yang diciptakan ALLAH untuk makhluk-Nya, dimana kekuatan gaibnya berupa kekuatan pengaruh ruh-ruh jahat (jin atau syetan), dan dapat berpengaruh pada unsur alam. Seperti yang diceritakan dalam Asbabun Nuzul surat Al Falaq dan An Nas ketika Nabi SAW sakit seolah datangi istri-istrinya ternyata tidak, dan ternyata setelah diberitahukan oleh Malaikat, sihirnya ada di sumur dan berupa tali yang disimpul-simpulkan. 'Aisyah ra. berkata, "Rasulullah SAW pernah disihir sehingga dia sungguh berkhayal bahwa dia akan mendatangi istri-istrinya padahal dia tidak mendatangi istri-istrinya." (HR Bukhori dan Muslim, Abu Daud dan Ahmad. Lihat kitab Ath Thibbun Nabawi Halaman 100) HATI-HATI! Buku berjudul RAJA JIN menyesatkan. Kerana menghina Imam Bukhori dan Muslim dengan kata-kata, "Hadits tersebut disampaikan oleh Bukhori dan Muslim sebelum mereka bertaubat" Semoga pengarang buku itu yang merupakan buku best seller segera bertaubat dari tuduhannya dan kesombongannya seolah dirinya lebih 'alim dari Imam Bukhori dan Muslim.


 DALIL TENTANG TRANSFER ILMU GAIB MELALUI MEDIA BENDA MATI SARANA DAN DAN GARAM yang DIAKINI DAPAT MENGOBATI PENYAKIT SEBELUM ADA PENELITIAN ILMIAH OLEH PARA PAKAR ILMU PENGETAHUAN MODERN. Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud dia berkata, "Ketika solat Rasulullah SAW, ketika sujud dia tersengat oleh scorpions pada jari-jarinya, maka berpalinglah Rasulullah SAW dan dia berkata," Semoga ALLAH melaknati scorpion, selama kamu meninggalkan Nabi dan lain-lain ". Abdullah bin Mas'ud berkata, "Kemudian Nabi meminta bejana yang isinya air dan garam. Lalu dia mula meletakkan air dan garamnya ke tempat luka sengatan tadi dan dia membaca Qul Huwallaahu Ahad dan Al Mu'awwi-dzatain (Al Falaq dan An Nas) sehingga luka sengatan tadi menjadi tenang " (Kitab Ath Thibbun Nabawi halaman 141) SARANA TANAH. Dari 'Aisyah ra dia berkata, "Adalah Rasulullah SAW apabila seseorang mengadu sakit atau ada yang punya bisul / kudis atau luka, maka dia berkata dengan jari-jarinya seperti ini (Dan Sufyan meletakkan telunjuknya ke tanah kemudian mengangkatnya) dan dia berkata," Dengan nama ALLAH, inilah debu tanah kami, dengan ludah sebagian kami, agar orang sakit kami disembuhkan, dengan izin Tuhan kami. " (HR Bukhori, Muslim, Abu Daud, Nasai, Ibnu Majah dan Ahmad)

 TIUPAN KE TUBUH. Dari 'Aisyah dia berkata, "Adalah Rasulullah SAW apabila berbaring di tempat tidurnya, dia membongkar kedua tapak tangannya dengan (sebelumnya membaca) Qul Huwallaahu Ahad dan Al Mu'awwi-dzatain (Al Falaq dan An Nas) kemudian dia mengusap wajahnya dengan kedua tapak tangannya itu dan mengusap bagian tubuh mana saja yang tangannya sampai. " (HR Imam Bukhori dan Muslim)


 DALIL TENTANG ISTIKHDAM / ISTIGHOTSAH (MINTA BANTUAN KE MAKHLUK) Orang Islam dibantu KHODDAM MALAIKAT. Ya (cukup), jika kamu bersabar dan bersiap siaga dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, pasti ALLAH membantu kamu dengan 5000 malaikat yang memakai tanda (Surat Ali Imron ayat 125) Boleh minta bantuan langsung kepada KHODDAM MALAIKAT DAN WALIYYULLAAH. Nabi SAW bersabda: "Jika kamu tersesat (di jalan) atau ingin pertolongan di bumi yang tidak ada orang yang baik maka katakanlah: YAA 'IBAADALLAAH A-GHII-TSUUNII (Wahai para penyembah ALLAH, tolonglah aku .. Dalam riwayat lain: YAA' IBAADALLAAH A'IINUUNII), maka sesungguhnya ALLAH itu mempunyai para penyembahnya yang tidak kalian lihat " (HR Thobroni dari 'Atabah bin Ghozwan, lihat kitab Al Ajwibah Al Gholiyah Fii' Aqidatil Firqotin Naajiyah bab Al Istighotsah) Boleh minta bantuan KHODDAM JIN MUSLIM YANG SOLEH (Tapi harus hati-hati, jangan terpengaruh permintaan syarat dari jin yang menyalahi syari'at dan akidah Islam). ALLAH berfirman, "Dan dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya dari Jin, manusia dan burung lalu mereka itu diatur dengan tertib (dalam barisan). (Al Qur'an surat An Naml ayat 17)
 HARAM BERLINDUNG KEPADA JIN YANG TIDAK SOLEH. Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan. (Surat Al Jin ayat 6)


 DALIL TENTANG JUMLAH WIRID / ZIKIR SEDIKIT TAPI TERUS MENERUS. Diriwayatkan dari 'Aisyah ra, bahawa Nabi bersabda, "AHABBUL A'MAALI ILALLAAHI ADWAAMUHAA WA-IN QOLLA". Artinya, "Perbuatan yang paling dicintai ALLAH adalah yang terus menerus walaupun hanya sedikit". (HR Bukhori dan Muslim) DISUNNAHKAN JUMLAHNYA GANJIL. Nabi SAW bersabda, "Sesungguhnya ALLAH itu berjumlah ganjil, Dia juga suka yang berjumlah ganjil." DIULANGI TERUS AGAR TAMBAH YAKIN. Diriwayatkan dari Anas ra, bahawa Nabi SAW bersabda, "Apabila kamu mengadu sakit, letakkanlah tangan kamu di tempat yang sakit, kemudian katakanlah," Dengan Nama Allah, aku berlindung dengan kemuliaan-Nya dan kuasa-Nya dari kejahatan apa yang aku dapatkan dari sakitku ini ", kemudian angkatlah tanganmu kemudian ulangi demikian dengan jumlah ganjil" (HR Imam Turmudzi)


 DALIL TENTANG IKHLAS IKHLAS ADALAH KARENA ALLAH. Katakanlah, "Sesungguhnya solatku, ibadahku, hidupku, matiku untuk Robb semesat alam, tidak ada sekutu bagi-Nya". (Surat Al An'am ayat 162-163) AMAL DITERIMA JIKA IKHLAS. Diriwayatkan daripada Abu Umamah, Nabi SAW bersabda, "Sesungguhnya ALLAH Ta'ala tidak menerima amal kecuali jika dilakukan dengan tulus dan yang dicari adalah wajah Allah." (HR.An Nasa-i) IKHLAS MENJAUHKAN DARI NERAKA. Sesungguhnya ALLAH Ta'ala sungguh mengharamkan api neraka bagi orang yang mengucapkan LAA-ILAAHA ILLALLAAH, dengan demikian itu ia mencari wajah ALLAH. (HR Bukhori dan Muslim)


 DALIL TENTANG KEPEKAAN BATHIN, FIRASAT. UCAPAN TEPAT FIRASAT YANG BENAR ADALAH DENGAN CAHAYA ALLAH. Nabi SAW bersabda, "ITTAQUU FIROOSATAL MU'MIN FA-INNAHUU YANZHURU BINUURILLAHI". Artinya: "Takutlah kamu terhadap firasatnya orang beriman (mu'min) karena ia melihat dengan cahaya ALLAH" (HR Turmudzi) PERKATAAN YANG BENAR KARENA BANTUAN MALAIKAT. Diriwayatkan dari Anas ra, bahawa Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya ALLAH mempunyai malaikat di bumi yang berbicara di atas lisan anak cucu Adam dengan sesuatu yang ada pada seseorang dari perbuatan baik dan buruk". (HR. Bayhaqy)


 DALIL TENTANG UPAH JASA ILMU HIKMAH BOLEH MINTA UPAH. Abu 'Ubed, Ahmad, Bukhori, Muslim, Abu Daud, Turmudzi, Nasai, Ibnu Majah, Ibnu Jarir, Al Hakim, dan Bayhaqi, dari Abu Sa'id Al Khudri ra. dia berkata: "Rasulullah SAW telah mengutus kami pada suatu perjuangan 30 orang, maka turunlah kami di suatu kaum Arab dan kami meminta mereka untuk menjadikan kami tamu mereka, maka mereka menolaknya, kemudian mereka mengetat suku suku mereka oleh kalajengking lalu mereka berkata, Anda ada seseorang yang boleh menjampi dari sengatan kala jengking? Maka saya katakan: Ya, saya akan tetapi saya tidak akan melakukannya sehingga kamu memberi kami sesuatu, mereka menjawab, Kami akan berikan kamu kambing 30. Abu Sa'id berkata maka saya baca ALHAMDULILAHI ROBBIL 'AALAMI (Surat Al Fatihah) 7x atas sengatan itu Maka ketika kami menggenggam seekor kambing, disodorkanlah kepada kami darinya, lalu kami menahan diri sehingga datang kepada Nabi SAW, maka kami berkata demikian kepada Nabi, Lalu Nabi menjawab, Dari mana kamu mengetahui bahawa Al Fatihah itu adalah jampi. Bagi-bagilah kambing itu dan buatlah untukku bersamamu. " DAPATKAN UPAH DARI PENGOBATAN DENGAN AL QUR'AN. Seorang sahabat Nabi SAW berkata: Aku telah mengambil upah atas kitab ALLAH (setelah mengobati orang dengan Kitab ALLAH) sehingga kami tiba di Madinah. Lalu sahabat yang lain berkata (kepada Rasulullah SAW), Dia telah mengambil upah atas kitab ALLAH. Maka berkatalah Nabi 'Alayhis Sholaatu adalah Salaam, Sesungguhnya yang paling berhak kalian ambil upah adalah Kitab ALLAH. (HR Imam Ahmad, Bukhori dan Bayhaqy dari Ibnu 'Abbas ra) UPAH ITU BAGIAN DARI AL QUR'AN. Abu Nu'aim meriwayatkan, dari Abu Huroiroh ra, "Telah besabda Nabi 'Alayhis Sholatu adalah Salam,' Barangsiapa mengambil upah atas Al Qur'an, maka itu adalah bagiannya dari Al Qur'an. '" IMAM MADZHAB SEPAKAT BOLEHNYA AMBIL UPAH. Para Imam Madzhab yang 3 dan sebahagian Ulama 'Madzhab Hanafi dari golongan Ulama Mutaakhkhirin, mereka mengambil dalil dengan hadits-hadits ini (di atas)

 tentang mengambil upah. TIDAK WAJIB MEMBERI / MENGAMBIL UPAH, BUKAN TIDAK BOLEH. Dalam Risalah Bulughul Arob Li-dzawil Qurbi oleh Asy Syaronbilaly: Tidak boleh mengambil / meminta upah atas perbuatan taat seperti mengajar Alquran, Fiqih, jadi Imam Solat, Adzan, memberi peringatan / zikir, hajji dan perang, maksudnya TIDAK WAJIB UPAH Dan menurut Ulama Madinah, DAPATKAN. Seperti itu juga (membolehkan wakaf) pendapat Imam Syafi'i, Nashir, 'Ishom, Abu Nashr, dan Abul Layts (semoga ALLAH TA'ALA merahmati mereka).

 Demikian beberapa dalil tentang Ilmu Hikmah yang kami himpun dari berbagai sumber. Adapun dalil ini bukan untuk mengubah kepercayaan anda jika anda mempunyai keyakinan lain. Dalil-dalil ini kami peruntukkan bagi anda yang mau menyimak dan menerima ajaran Ilmu Hikmah dengan senang hati tanpa paksaan dari siapa pun. Untuk selanjutnya, keputusan ada di tangan Anda sendiri. Sebagai manusia merdeka, Anda berhak menerima atau menolak keberadaan Ilmu Hikmah. Adakah anda akan mengikuti kursus Ilmu Hikmah dari kami atau tidak, semuanya adalah hak anda sepenuhnya. Kami sebagai penyelenggara kursus hanya memberikan fasilitas belajar kepada Anda yang ingin belajar Ilmu Hikmah sesuai yang diajarkan guru-guru kami